Cerita Mehdi

Blog EntryAnak Membawa BerkahOct 19, '06 11:33 PM
for everyone

“Kring....” Suara telpon berdering, suami langsung mengangkat gagang telpon dan sesaat kemudian sudah terlihat asik berbincang dengan pemilik suara di seberang sana. “klik” suara gagang telpon ditutup. “Siapa? Ada apa?” Tanyaku tak sabar. “Si AF, al-hamdulillah ada proyek terjemahan lagi, ya...gak besar, tapi lumayanlah bisa berlanjut” jawab suamiku dengan wajah riang.

Memang benar, sejak aku telat beberapa bulan yang lalu. Rezeki seperti berdatangan sendiri. Dulu, sebelum hamil, aku sempat cemas lantaran sering kebobolan ngatur anggaran “Gimana k’lo ada anak” Pikirku saat itu. Tapi al-hamdulillah, di saat pengeluaran mulai membengkak seperti sekarang ini (biaya periksa kandungan, transport, perbaikan gizi dll), ada saja pemasukan yang tak terduga. Selain beberapa proyek terjemahan, tahun ini kami mendapat tambahan beasiswa, lantaran IPK kami di atas rata-rata.

            Lebih terasa lagi saat usia kandunganku mulai menua, berkah itu semakin mengalir. Seorang teman meminta suami untuk menemani tamu dari Indonesia, lumayanlah hasilnya bisa untuk biaya persalinan. Dua minggu sebelum si kecil lahir, kami menang lomba menulis yang diadakan kedutaan dalam rangka HUT RI.

            Sebenarnya sih kami gak terlalu PD, mengingat persiapan menulisnya agak terburu-buru. Tiga harian sebelum batas pengiriman, baru kasak-kusuk diskusi tema, materi, cari data di internet, dll. Sehari sebelum hari H baru deh keluar ide dan malamnya langsung dikirim. Al-Hamdulillah, ternyata menang juga, juara pertama lagi. Hadiahnya, lumayanlah buat biaya akikah Mehdi. Benar kata orang tua dulu “anak pembawa rezeki”, setidaknya itu yang kami alami.


Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help