Musim ujian udah diambang pintu. ini adalah pengalaman ujian pertama bersama baby Mehdi. Luar biasa repotnya, apalagi Mehdi lagi aktif-aktifnya menjelajah semua ruangan, barang-barang dan terutama buku, kertas and sebangsanya. Buku koleksi ayah udah puluhan kali diturunkan dari rak buku, beberapa buku tulis juga sudah gak lengkap sampulnya, jangan tanya deh soal diktat kuliah, mirip seperti kertas bungkus kacang (rusaaak bo…. Sory ya Pak dosen)
Seperti cerita hari ini, saya harus belajar buat ujian besok. Mehdi tahu aja kalau saya lagi baca diktat, dia akan segera memburu sampe dapet, adegan selanjutnya adalah kejar-kejaran atau buku itu langsung saya amankan. Akhirnya, gak jadi baca deh. “Kapan dong ibu bacanya” keluh saya sambil manyun. Si ayah kasi ususlan: “Coba Mehdi kasi mainannya biar dia sibuk and kamu bisa belajar”
Gak ada salahnya coba-coba usulan si ayah. Semua mainan Mehdi saya letakkan di depannya. Menit-menit pertama emang anteng, meng-eksplor mainannya satu-persatu. Lama-lama mulai terlihat bosan dan akhinya Mehdi melempar satu-satu mainannya. Otomatis perhatiannya segera terpusat pada diktat saya. “wah..wah ada penyerangan lagi!!” spontan saya teriak.
|