Sudah hampir dua bulan, saya kuliah sambil bawa si kecil Mehdi, luar biasa repotnya. Soalnya lagi puncak-puncaknya musim dingin. K’lo saja jatah cuti saya belum habis, rasanya masih pengen mendekam di rumah, walaupun sebenarnya tak sabar untuk kuliah lagi.
Paling kerasa hari pertama, bangun nyubuh biar gak ketinggalan bus jemputan (jam 07.10). Nyiapin si kecil yang masih ogah-ogahan bangun, ganti diapers, pake baju yang super berlapis dari mulai baju dalam, jaket, kaos tangan and kaki, syal, topi....wua...gak kerasa setengah jam berlalu. Belum lagi, persiapan buat saya sendiri....Soalnya waktu itu, lagi punck-puncaknya musim dingin.
Jam 07. 15, dengan tergopoh, meluncur ke bawah (rumah kami di lantai 4) menuruni satu demi satu anak tangga. Setengah jam lebih, bus jemputan belum nongol juga. Semua gelisah menanti. Saya berdiri menahan angin dingin sahara yang menusuk, sambil gendong Mehdi. Nyesel, gak dengerin usul si ayah, “ jangan dulu masuk hari pertama”. Setelah telpon-telponan dengan pihak kampus, akhirnya bus datang juga, sekitar jam 08.05. Katannya sih ada miss, antara si supir dengan pihak pengelola kampus.
Jam 08.35 tiba di kampus, segera meluncur ke penitipan anak. Setelah tanya sana sini, akhirnya ketemu juga, ruangan kelas untuk bayi di bawah satu tahun. Masuk ruangan, sudah disambut sama suara tangisan yang datang dari berbagai arah. Setelah melucuti baju dinginnya, pelan-pelan saya menaruh Mehdi yang tertidur, di ranjang bayi, gak lupa pesan ini dan itu sama pengasuh. Detik selanjutnya, saya tinggalkan ruangan dengan beribu kecemasan.
Jam 08. 45, saya masuk auditorium untuk mengikuti perkuliahan umum. Pikiran saya masih melayang pada sebuah sudut ruangan, tempat para bayi menanti ibunya. Isi ceramah dari pak, Grujian, profesor senior bidang filsafat, hanya mampir sebentar di kepala saya. Selebihnya, dipenuhi beragam kecemasan. Sedang apa si kecil? Gimana k’lo dia bangun and nangis? Telaten gak ya si pegasuh sama Mehdi? Dan segungung kegelisahan lainnya terus menerus mendera batin saya.
Saat ini, musim sudah berganti. Udara dingin tidak lagi mendera. Semoga Mehdi bisa menikmati sekolahnya.