Cerita Mehdi

Mehdi Muhammad's posts with tag: kampus

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag kampus
Blog EntryCerita Hari ItuApr 11, '07 10:16 AM
for everyone

Sudah hampir dua bulan, saya kuliah sambil bawa si kecil Mehdi, luar biasa repotnya. Soalnya lagi puncak-puncaknya musim dingin. K’lo saja jatah cuti saya belum habis, rasanya masih pengen mendekam di rumah, walaupun sebenarnya tak sabar untuk kuliah lagi.

 

Paling kerasa hari pertama, bangun nyubuh biar gak ketinggalan bus jemputan (jam 07.10).  Nyiapin si kecil yang masih ogah-ogahan bangun, ganti diapers, pake baju yang super berlapis dari mulai  baju dalam, jaket, kaos tangan and kaki, syal, topi....wua...gak kerasa setengah jam berlalu. Belum lagi, persiapan buat saya sendiri....Soalnya waktu itu, lagi punck-puncaknya musim dingin.

 

Jam 07. 15, dengan tergopoh, meluncur ke bawah (rumah kami di lantai 4) menuruni satu demi satu anak tangga. Setengah jam lebih, bus jemputan belum nongol juga. Semua gelisah menanti. Saya berdiri menahan angin dingin sahara yang menusuk, sambil gendong Mehdi. Nyesel, gak dengerin usul si ayah, “ jangan dulu masuk hari pertama”. Setelah telpon-telponan dengan pihak kampus, akhirnya bus datang juga, sekitar jam 08.05. Katannya sih ada miss, antara si supir dengan pihak pengelola kampus.

 

Jam 08.35 tiba di kampus, segera meluncur ke penitipan anak. Setelah tanya sana sini, akhirnya ketemu juga, ruangan kelas untuk bayi di bawah satu tahun.  Masuk ruangan, sudah disambut sama suara tangisan yang datang dari berbagai arah.  Setelah melucuti baju dinginnya, pelan-pelan saya menaruh Mehdi yang tertidur, di ranjang bayi, gak lupa pesan ini dan itu sama pengasuh. Detik selanjutnya, saya tinggalkan ruangan dengan beribu kecemasan.

 

Jam 08. 45, saya masuk auditorium untuk mengikuti perkuliahan umum. Pikiran saya masih melayang pada sebuah sudut ruangan, tempat para bayi menanti ibunya. Isi ceramah dari pak, Grujian, profesor senior bidang filsafat, hanya mampir sebentar di kepala saya. Selebihnya, dipenuhi  beragam kecemasan. Sedang apa si kecil? Gimana k’lo dia bangun and nangis? Telaten gak ya si pegasuh sama Mehdi? Dan segungung kegelisahan lainnya terus menerus mendera batin saya.

 

Saat ini, musim sudah berganti. Udara dingin tidak lagi mendera. Semoga Mehdi bisa menikmati sekolahnya.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help